Jika aku tak lagi memilikimu, langit takkan berkurang birunya.
Kekagumanku pada perpaduan birunya yang disembur warna putih dari awan
takkan berkurang sedikitpun. Pun di gelap malamnya, aku akan tetap
menikmati ritual duduk di atap sambil menikmati kerlipan bintang yang
melukis langit, aku tahu pasti, bahwa indahnya akan tetap sama.
Wahai langit tempat bintang bernaung, malam ini aku menatapmu dengan
dada penuh gemuruh. Tak tahu apa yang menyerangku, yang pasti dadaku
rasanya penuh.
Seperti ingin menangis, tapi tak tahu pasti kenapa aku harus menangis. Mungkinkah ini masih tentang dia, yang meninggalkanku?
Seperti ingin menangis, tapi tak tahu pasti kenapa aku harus menangis. Mungkinkah ini masih tentang dia, yang meninggalkanku?
